Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Dokumen Rahasia Masa Lalu Paling Misterius Yang Belum Terpecahkan

Dari zaman dulu sampai sekarang manusia memiliki suatu kebiasaan unik yang sering dilakukan. Kebiasaan tersebut adalah menuliskan tentang kehidupan dan sesuatu yang dirasa penting untuk diketahui. Jika manusia moderen menulis pada kertas ataupun gadget, manusia pada masa lalu menulisnya melalui batu, kulit hewan, ataupun kertas kuno. Tulisan orang zaman dulu tersebut tentunya menggunakan bahasa pada masa itu dan perlu waktu untuk bisa diterjemahkan ke dalam bahasa moderen. Selain itu kesulitan penerjemahannya juga dikarenakan ada beberapa kata yang hilang. Catatan atau dokumen masa lalu tersebut tentunya penting bagi ilmu pengetahuan moderen karena bisa membuat kita tahu bagaimana kehidupan pada masa itu dan lainnya. Di dunia ini para arkeolog telah banyak menemukan dokumen-dokumen yang berasal zaman dulu, namun tabir rahasia dalam dokumen tersebut belum sepenuhnya bisa dikuak. Penasaran dokumen seperti apa saja itu? Berikut beberapa informasinya.

1. Buku Tulisan Tangan Archimedes
 

Archimedes merupakan seorang ahli matematika dari Yunani yang sangat terkenal. Pada abad ke-9 sebuah buku yang merupakan hasil tulisan tangan Archimedes sampai di Konstantinopel. Namun sayangnya, saat itu tengah terjadi perang besar sehingga membuat keberadaan buku itu tidak diketahui. Ada yang mengatakan jika buku itu dicuri dan ingin dihancurkan. Namun pada tahun 1998, buku Archimedes yang hilang tersebut kembali muncul. Seseorang misterius menunjukan keberadaan buku super langka itu. Dari beberapa permukaan buku, pihak perpustakaan berhasil merekonstruksi dan mengatakan bahwa buku ini berisi konsep matematika. Selain itu juga terdapat juga beberapa puzzle yang susah untuk dipecahkan.

2. Tablet Minoan


Tablet minoan merupakan sekelompok batuan pipih yang di atasnya terdapat tulisan orang zaman dulu, sejenis prasasti jika di Indonesia. Benda bersejarah ini diduga berasal dari zaman peradaban Minoa di pulau kreta pada masa Yunani Kuno.  Peradaban ini dimulai pada Zaman Perunggu antara tahun 3000 dan 2700 SM, dan berlangsung sampai 1450 SM. Peradaban yang disebut sebagai awal mata rantai peradaban Eropa ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20 oleh seorang arkeolog Inggris yang bernama Sir Arthur Evans. Tablet Minoa memiliki pola tulisan yang aneh dan unik sehingga susah diterjemahkan ke dalam bahasa moderen. Bahkan dengan jumlah mencapai 4.000 bongkah batu banyak arkeolog yang masih kesusahan menerjemahkannya. Jika saja bisa dibaca, mungkin benda bersejarah tersebut dapat memberitahu kita bagaimana sejarah kehidupan masa lalu awal mula peradaban di Eropa. 

3. Gulungan Herculaneum


Gulungan Herculaneum merupakan sebuah gulungan yang ditemukan di bekas kota kuno Herculaneum. Kota Romawi Kuno ini hancur akibat letusan dahsyat dari gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Letusan gunung tersebut menyebabkan kota Herculaneum bersama kota kuno lainnya seperti Pompeii, Stabiae dan Oplontis hilang terkubur dalam material piroklastik. Termasuk di dalamnya para penduduk kota, serta benda-benda lainnya. Pada tahun 1752 diadakan penelitian terkait reruntuhan kota Herculaneum dan ditemukanlah gulungan kuno yang jumlahnya sangat banyak, mencapai 1.300 buah. Namun sayang, penemuan benda bersejarah tersebut sangat rapuh jadi sangat susah untuk diteliti agar bisa diketahui isinya secara lebih jelas. Jika bisa diterjemahkan dengan sempurna kemungkinan akan didapat 1 perpustakaan penuh mengenai rahasia kehidupan pada masa itu.
 
4. Diary David Livingstone


  David Livingstone merupakan misionaris Kristen yang sangat terkenal di Afrika. Lebih dari setengah hidupnya dia habiskan dengan petualangan ke pelosok-pelosok Afrika. Livingstone banyak sekali menulis hal-hal terkait perbudakan dan pembantaian massal yang terjadi saat itu. Salah satunya adalah kasus perbudakan dan pembantaian di Afrika oleh bangsa Eropa khususnya Inggris. Kesemuanya tersebut dia tulis dalam buku diarynya. Namun sayangnya sebelum tulisan tersebut dia ekspose, kematian lebih dulu menjemputnya. Dan parahnya lagi diary tulisan tangannya tersebut rusak dan tidak bisa dibaca. Jika berhasil dikuak, tulisan tersebut sangatlah penting karena menyimpan rahasia besar yang mungkin akan mengubah cara pandang manusia terhadap perkolonian di kawasan Afrika.
 
5. Codex Sinaiticus dan Joshua 


Codex Sinaniticus adalah sebuah Injil terkuno yang berhasil ditemukan di era modern. Injil yang ditulis oleh bangsa Yunani ini berjumlah 1.460 halaman dan diperkirakan telah ada sejak tahun 350 Masehi. Dengan umur lebih dari 1.500 tahun membuat beberapa bagian dari injil ini sulit dibaca dengan jelas. Terutama pada bagian 1 dan ayat ke-10 dari Injil ini terdapat beberapa kata yang hilang sehingga makna yang tersirat di dalamnya pun dipenuhi tanda tanya. Saat ini beberapa bagian dari Injil Codex Sinaniticu tersebar di beberapa museum dan perpustakaan dunia seperti British Library, Museum Nasional Rusia, dan Perpustakaan Nasional Jerman. 

[sumber : www.anehtapinyata.net]

Sejarah Lumajang "Kerajaan Lamajang Tigang Juru"



Lumajang merupakan daerah yang terletak di kawasan tapal kuda di Provinsi Jawa Timur. Letak Lumajang ialah diapit oleh tiga gunung yakni, Gunung Semeru, Gunung Lamongan, dan Gunung Bromo. Karena letaknya yang diapit oleh tiga gunung, daerah di Lumajang sangatlah subur.


Lumajang adalah daerah yang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Daha pada masa pemerintahan Wisnuwardhana. Pada prasasti Mula Malurung sudah dikenal nama Lamajang yang merupakan nama kuno Lumajang. Prasasti ini ditemukan dengan angka tahun 1177 saka atau 1255 masehi dan nama Lamajang dikenal secara resmi.

Secara spiritual nama Lamajang berarti Luma (rumah) dan Hyang (Dewa) yang berarti rumahnya para Dewa atau rumah yang suci. Dan secara material yaitu pandangan setiap orang yang melihat daerah sebelah timur Gunung Semeru akan tampak seperti Lumah yang menjadi Ajang atau dengan kata lain seperti tempat nasi atau tempat yang subur dan makmur.
 
 Lamajang pada masa Kerajaan Daha dan Singosari merupakan daerah yang penting. Pada waktu Kerajaan Daha, daerah Lamajang tepatnya di Gunung Semeru dijadikan tempat ritual. Bukti ini adalah dengan ditemukan Prasasti Tesirejo dan Arca Lembu Nandini. Sedangkan pada waktu Kerajaan Singosari, selain dijadikan tempat ritual, Lamajang juga dijadikan tempat lumbung pemenuh kebutuhan kerajaan. Daerah ini sekarang dikenal dengan nama Candipuro. Hal ini diketahui dengan ditemukannya Candi Gedong Putri.

Pendiri Kerajaan Lamajang ini adalah adipati Sumenep yakni Banyak Wide atau Arya Wiraraja. Banyak wide dilahirkan di daerah Nangkaan (Ranuyoso). Banyak Wide merupakan keturunan brahmana dan karirnya diawali dengan mengabdi kepada Wangsa Rajasa. Karena kecerdasannya, Banyak Wide dinobatkan sebagai adipati di Sumenep oleh Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari. Selain itu, pada saat Raden Wijaya melarikan diri ke Madura, Banyak Wide menyambut keluarga Raden Wijaya dan membantunya berperang melawan Jayakatwang dan pasukan Mongol. Ketika bumi Jawa sudah kembali tenang, berdasarkan perjanjian Sumenep, Raden Wijaya membagi Jawa Timur menjadi 2 yakni, Jawa Timur bagian barat beribukota di Trowulan dengan Kerajaan bernama Majapahit dan Jawa Timur bagian Timur beribukota di Lamajang dengan nama Kerajaan Lamajang Tigang Juru.

Lamajang Tigang Juru didirikan hampir bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Majapahit. Sedangkan Banyak Wide dinobatkan sebagai raja Kerajaan Lamajang Tigang Juru pada hari Kamis Legi, wuku landep, tanggal 25 bulan Bhadrapada (bulan karo) tahun 1216 saka yang bertepatan dengan tanggal 26 Agustus 1294 Masehi. Nama gelar Arya Wiraraja sendiri berarti: Arya adalah orang pembesar atau bangsawan, Wira adalah pemberani sedang raja adalah Pemimpin. Jadi, Arya Wiraraja berarti adalah seorang pembesar dan pemimpin yang berani.

Keraton Kerajaan Lamajang Tigang Juru ini berada di Arnon yang sekarang bernama Kutorenon. Di sana selain terdapat keraton kerajaan, juga terdapat benteng yang kokoh dimana ketebalan bentengnya adalah 4-6 meter, tinggi antara 6-10 meter dengan 3 sungai besar, yaitu Bondoyudo di sebelah timur, Bodang atau Wingong di sebelah timur, dan Ploso di sebelah barat, sedangkan 1 sungai buatan, yaitu Cangkring ada di sebelah selatan. Perbentengan ini dilengkapi dengan sistem menara pengawas yang sampai sekarang ada 6 pengungakan. Letak keraton ini tepat berada di Lamajang Tengah sehingga memudahkan untuk mengontrol daerah Lamajang Utara yang difungsikan untuk pertahanan , serta Lamajang Selatan yang difungsikan sebagai pelabuhan.

Kerajaan Lamajang Tigang Juru dan Kerajaan Majapahit memiliki hubungan yang baik karena kedua raja dari masing-masing kerajaan ini saling menghormati satu sama lain. Hal ini dibuktikan dengan ditempatkannya anak-anak dan kerabat dekat Arya Wiraraja pada posisi penting di Kerajaan Majapahit.

Hubungan kedua kerajaan ini mulai berkurang dengan diawali pemberontakan Ronggolawe yang tidak puas dengan pengangkatan Nambi . Selain itu, fitnah yang dilakukan Mahapati yang berasal dari Wangsa Sinelir juga turut mempengaruhinya.

Pergantian kedudukan raja di Majapahit dari Kertarajasa ke anaknya yakni Jayanegara menjadi awal perang dingin antara Lamajang Tigang Juru dengan Majapahit. Adanya Arya Wiraraja membuat Jayanegara menunda perang melawan Lamajang karena Arya Wiraraja merupakan orang yang disegani di Majapahit.

Ketika meninggalnya Arya Wiraraja, Nambi yang pulang ke Lamajang mendapat serangan mendadak dari pasukan Majapahit. Nambi turut gugur dalam serangan itu karena taktik licik yakni melawan Nambi dengan 3 orang panglima sekaligus. Setelah kematian Nambi, kerajaan Lamajang Tigang Juru pun jatuh ketangan pasukan Majapahit.

Napak Tilas Jejak Kerajaan Lamajang Tigang Juru


Siapa yang tak kenal dengan kerajaan Majapahit. Kerajaan yang konon memiliki jalur perdagangan se-Nusantara ini didirikan oleh Raden wijaya atau bergelar Kertarajasa Jaya Wardhana.

Rupaya sebelum pendirian kerajaan Majapahit, Raden Wijaya terikat perjanjian dengan Arya Wiraraja karena turut membantu menjatuhkan kerajaan Singahasari atau Singosari yang dipimpin oleh Raja Kertanegara hingga berdirinya kerajaan Majapahit.

Dalam Kitab Pararaton, bekas kerajaan Singosari dibagi menjadi dua berdasarkan kesepakatan antara Raden Wijaya dan Arya Wiraraja. Bekas wilayah Keraaan Singosari bagian barat yang kemudian bernama Majapahit dengan Raja Raden Wijaya kekuasaanya meliputi Daerah Singosari, Kediri, Gelang-Gelang (Ponorogo) dan Wengker dengan ibu kota Majapahit di Mojokerto.

Bekas Kerajaan Singosari bagian timur kemudian menjadi Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan kekuasaan meliputi Daerah Lumajang, Panarukan, Blambangan, Madura dengan ibu kota di Katurenon (Kawasan Situs Biting) dengan raja Arya Wiraraja. Berdasarkan data sejarah dua kerajaan itu berdiri pada 10 November 1293. Perjanjian itu termaktub dalam Prasasti Pudadu.

Arkeologi Udhayana Aries Purwantini mengatakan, Kerajaan Lamajang Tigang Juru ini memiliki peradaban yang hampir sama dengan kerajaan Majapahit. "Saat ini sedang dilakukan penggalian situs Biting. Dimana situs ini adalah benteng kerajaan Lamajang Tigang Juru yang memiliki luas sekitar 135 Hektar," kata Aris di sela-sela penggalian situs.

Di dalam situs tersebut, terdapat beberapa petilasan-petilasan Arya Wiraraja atau masyarakt sekitar menyebut Banyak Wide atau Minak Koncar. Setidaknya, ada bangunan cungkup yang berisi makam Arya Wiraraja. Namun, kata Aris, secara sejarah belum dibuktikan apakah makam tersebut benar-benar persemayaman Raja Minak Koncar atau bukan.

Masyarakat sekitar mempercayai bahwa ini adalah makam Arya Wiraraja. Selain itu, Arya Wiraraja yang pernah menjabat sebagai Adipati Sumenep itu di sana juga tidak ada makam Arya Wiraraja," jelasnya. Di sekitar situs tersebut juga terdapat sejumlah petilasan-petilasan lainnya. Seperti makam Minak Koncar dan Sumur Windhu.

Arya Wiraraja meninggalkan banyak keturunan. Setidaknya ada tiga yang utama. Yakni, Mahapatih Nambi yang kemudian menggantikan menjadi raja Lamajang dan gugur mempertahankan kebesaran Lamajang Tigang Juru pada 1316 Masehi.

Kedua, Ronggolawe yang menjadi Adipati Tuban I dan gugur pada 1295 masehi karena melakukan perlawanan kepada Kerajaaan majapait. Dari Ronggolawe inilah kemudian tersambung keturunan generasi keempat, yakni Raden Sahid atau Sunan Kalijaga.

Ketiga, Adipati Suradhikara yang kemudian meneruskan pemerintahan di bekas kerajaan Lamajang Tigang Juru yang kemudian menurunkan raja-raja di kerajaan Patukangan atau Panarukan dan Blambangan seperti Prabu Tawang Alun. Selanjutnya, kerajaan Lamajang Tigang Juru Runtuh Karena 'Salah Paham' dengan Majapahit.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih melakukan penggalian terhadap bekas kerajaan Lamajang Tigang Juru itu.

Situs Biting


Situs Biting adalah sebuah situs arkeologis yang terletak di desa Kutorenon, kecamatan Sukodono, Lumajang, provinsi Jawa Timur. Situs ini diperkirakan merupakan peninggalan dari kerajaan Lamajang dan tersebar di atas kawasan seluas sekitar 135 hektaree. Bangunan yang paling mengesankan adalah bekas tembok benteng dengan dengan panjang 10 kilometer, lebar 6 meter dan tinggi 10 meter.

Kawasan Situs Biting adalah sebuah kawasan ibu kota kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin Prabu Arya Wiraraja yang dikelilingi oleh benteng pertahanan dengan tebal 4 s/d 6 meter, tinggi 10 meter dan panjang 10 km. Hasil penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta tahun 1982-1991, Kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektare yang mencakup 6 blok/area merupakan blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Dalam Babad Negara Kertagama, kawasan ini disebut Arnon dan dalam perkembangan pada abad ke-17 disebut Renon dan dewasa ini masuk dalam desa Kutorenon yang dalam cerita rakyat identik dengan "Ketonon" atau terbakar. Nama Biting sendiri merujuk pada kosa kata Madura bernama "Benteng" karena daerah ini memang dikelilingi oleh benteng yang kokoh

Pada tahun 1995 di Kawasan Situs Biting mulai dibangun Perumnas Biting yang tentu saja banyak merusak peninggalan Sejarah (Situs) yang ada. Namun anehnya pihak-pihak terkait yaitu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur yang merupakan lembaga penyelamat seolah diam melihat perusakan ini sehingga lebih kurang 15 Hektar kawasan ini rusak oleh pembangunan ini.
Pada tahun 2010, berdasarkan lahir sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) melakukan advokasi pelestarian Situs Biting. Setelah itu juga Komunitas Mahasiswa Peduli Lumajang (KMPL) bergerak dalam advokasi ini dan kemudian juga elemen masyarakat lokal Biting juga mulai sadar akan peninggalan sejarah yang ada di wilayahnya.

Advokasi yang dilakukan oleh para pelestari Situs Biting telah melahirkan berbagai event seperti Napak Tilas yang telah digelar selama 2 kali berturut-turut, lomba lukis benteng maupun seminar Nasional. Untuk acara Napak Tilas kemudian menjadi agenda resmi Pariwisata Jawa Timur dari Kabupaten Lumajang yang akan diadakan setiap bulan juni.

Pelestarian Situs Biting di Lumajang Jawa Timur merupakan contoh bagi para pecinta dan pelestari sejarah dimana LSM, mahasiswa maupun masyarakat telah bahu-membahu melakukan sosialisasi maupun advokasi terhadap peninggalan sejarah.

Dalam sejarahnya, prasasti Kudadu menyebutkan bahwa ketika Raden Wijaya melarikan diri bersama 12 pengawal setianya ke Madura, Adipati Arya Wiraraja memberikan bantuan kemudian melakukan kesepakatan "pembagian tanah Jawa menjadi dua" yang sama besar yang kemudian di sebut "Perjanjian Sumenep". Setelah itu Adipati Arya wiraraja memberi bantuan besar-besar kepada Raden Wijaya termasuk mengusahakan pengampunan politik dari Prabu Jayakatwang di Kediri dan pembukaan "hutan Tarik' menjadi sebuah desa bernama Majapahit. Dalam pembukaan desa Majapahit ini sungguh besar jasa Adipati Arya Wiraraja dan pasukan Madura. Raden wijaya sendiri datang di desa Majapahit setelah padi-padi sudah menguning.

Kira-kira 10 bulan setelah pendirian desa Majapahit ini, kemudian datanglah pasukan besar Mongol Tar Tar pimpinan Jendral Shih Pi yang mendarat di pelabuhan Tuban. Adipati Arya Wiraraja kemudian menasehati raden wijaya untuk mengirim utusan dan bekerja sama dengan pasukan besar ini dan menawarkan bantuan dengan iming-iming harta rampasan perang dan putri-putri Jawa yang cantik. Setelah dicapai kesepakatan maka diseranglah Prabu Jayakatwang di Kediri yang kemudian dapat ditaklukkan dalam waktu yang kurang dari sebulan. Setelah kekalahan Kediri, Jendral Shih Pi meminta janji putri-putri Jawa tersebut dan kemudian sekali lagi dengan kecerdikan Adipati Arya Wiraraja utusan Mongol dibawah pimpinan Jendral Kau Tsing menjemput para putri tersebut di desa Majapahit tanpa membawa senjata.

Hal ini dikarenakan permintaan Arya wiraraja dan Raden Wijaya untuk para penjemput putri Jawa tersebut untuk meletakkan senjata dikarenakan permohonan para putri yang dijanjikan yang masih trauma dengan senjata dan peperangan yang sering kali terjadi. Setelah pasukan Mongol Tar Tar masuk desa majapahit tanpa senjata, tiba-tiba gerbang desa ditutup dan pasukan Ronggolawe maupun Mpu Sora bertugas membantainya. Hal ini diikuti oleh pengusiran pasukan Mongol Tar Tar baik di pelabuhan Ujung Galuh (Surabya) maupun di Kediri oleh pasukan Madura dan laskar Majapahit. Dalam catatan sejarah, kekalahan pasukan Mongol Tar Tar ini merupakan kekalahan yang paling memalukan karena pasukan besar ini harus lari tercerai berai.

Setahun setelah pengusiran pasukan Mongol Tar Tar, menurut Kidung Harsawijaya, sesuai dengan "Perjanjian Sumenep" tepatnya pada 10 Nopember 1293 Masehi, Raden Wijaya diangkat menjadi raja Majapahit yang wilayahnya meliputi wilayah-wilaah Malang (bekas kerajaan Singosari), Pasuruan, dan wilayah-wilayah di bagian barat sedangkan di wilayah timur berdiri kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin oleh Arya Wiraraja yang kemudian dalam dongeng rakyat Lumajang disebut sebagai Prabu Menak Koncar I. Kerajaan Lamajang Tigang Juru ini sendiri menguasai wilayah seperti Madura, Lamajang, Patukangan atau Panarukan dan Blambangan. Dari pembagian bekas kerajaan Singosari ini kemudian kita mengenal adanya 2 budaya yang berbeda di Provinsi Jawa Timur, dimana bekas kerajaan Majapahit dikenal mempunyai budaya Mataraman, sedang bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru dikenal dengan "budaya Pendalungan (campuran Jawa dan Madura)" yang berada di kawasan Tapal Kuda sekarang ini. Prabu Menak Koncar I (Arya Wiraraja)ini berkuasa dari tahun 1293- 1316 Masehi. Sepeninggal Prabu Menak Koncar I (Arya Wiraraja), salah seorang penerusnya yaiti Mpu Nambi diserang oleh Majapahit yang menyebabkan Lamajang Tigang Juru jatuh dan gugurnya Mpu Nambi yang juga merupakan patih di Majapahit. Babad Pararaton menceritakan kejatuhan Lamajang pada tahun saka "Naganahut-wulan" (Naga mengigit bulan) dan dalam Babad Negara Kertagama disebutkan tahun "Muktigunapaksarupa" yang keduanya menujukkan angka tahun 1238 Saka atau 1316 Masehi. Jatuhnya Lamajang ini kemudian membuat kota-kota pelabuhannya seperti Sadeng dan Patukangan melakukan perlawanan yang kemudian dikenal sebagai "Pasadeng" atau perang sadeng dan ketha pada tahun 1331 masehi.

Ketika Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling daerah Lamajang pada tahun 1359 Masehi tidak berani singgah di bekas ibu kota Arnon (Situs Biting). Malah perlawanan daerah timur kembali bergolak ketika adanya perpecahan Majapahit menjadi barat dan timur dengan adanya "Perang Paregreg" pada tahun 1401-1406 Masehi. Perlawanan masyarakat Lamajang kembali bergolak ketika Babad Tanah Jawi menceritakan Sultan Agung merebut benteng Renong (dalam hal ini Arnon atau Kutorenon) melalui Tumenggung Sura Tani sekitar tahun 1617 Masehi. Kemudian ketika anak-anak Untung Suropati terdesak dari Pasuruan, sekali perlawanan dialihkan dari kawasan Arnon atau Renong yang sekarang dikenal sebagai Situs Biting Lumajang.

[sumber : sclm17.blogspot.co.id]
5 Pejuang Paling Mematikan Suku Indian yang Sangat Ditakuti Amerika dan Sekutunya

5 Pejuang Paling Mematikan Suku Indian yang Sangat Ditakuti Amerika dan Sekutunya

Mungkin bisa dibilang lucu ketika Donald Trump mengatakan akan mengusir para imigran ketika ia jadi pengganti Obama nanti. Lucunya adalah, Trump seakan lupa sejarah tentang siapakah sebenarnya warga Amerika yang sekarang. Jika diputar balik ke belakang, warga Amerika sejatinya adalah bangsa imigran dari Eropa. Karena satu dan lain hal, kemudian mereka berlayar hingga akhirnya singgah di Amerika dan membuat peradaban. Satu-satunya yang berhak menempatinya justru orang Indian yang ketika para pendatang tiba malah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan.
Sudah bukan rahasia lagi jika bangsa Amerika yang pendatang itu melakukan banyak perlakuan keji kepada bangsa Asli yakni Indian. Tujuannya tentu saja untuk menguasai Amerika untuk mereka sendiri padahal mereka tak punya hak karena statusnya sebagai pendatang. Hal ini tak pelak menciptakan konfrontasi antara Indian dan bangsa Amerika pendatang. Lalu kemudian lahirlah para pejuang-pejuang suku Indian yang kiprahnya bikin merinding.
Inilah deretan para pahlawan Indian itu, yang aksinya sangat memukau dan bikin bangsa pendatang ketakutan.

1. Geronimo

Geronimo sebenarnya tidak mengapa dengan kedatangan para pendatang Eropa itu. Hanya saja, ada satu momen di mana ia memutuskan untuk jadi pejuang dan akhirnya merepotkan orang-orang pendatang itu. Ketika itu, di tahun 1858, ketika seorang tentara Meksiko membantai keluarganya, termasuk istri, ibu dan tiga orang anaknya. Geronimo marah luar biasa dan bertekad menuntut balas.

Perjuangan Geronimo diawali dari dendam atas kematian orang-orang terdekatnya [Image Source]
Perjuangan Geronimo diawali dari dendam atas kematian orang-orang terdekatnya [Image Source]

Kurang lebih hampir 28 tahun ia melakukan berbagai penyerangan. Tak hanya melibatkan Meksiko saja tapi juga orang-orang Amerika. Geronimo dikenal sangat licin dan cerdas. Pernah suatu ketika ia dan kawanan tentaranya yang berjumlah sekitar 38 orang, berhasil lolos dari kejaran 8 ribuan tentara gabungan Meksiko dan Amerika. Sayangnya, Geronimo menyerah di ujung perjuangannya. Namun, ia menyesal melakukan hal tersebut. Menjelang kematiannya, ia berkata, “Aku seharusnya tidak menyerah, aku harusnya terus berjuang meskipun aku jadi orang yang terakhir.”

2. Crazy Horse

Crazy Horse adalah pejuang Indian yang mungkin bisa dibilang paling terkenal kiprahnya dari pada yang lain. Ia dikenal sebagai pemimpin jitu yang memimpin berbagai pergolakan antara sukunya dan juga tentara Amerika. Salah satu yang paling dikenang dalam aksinya adalah menjadi umpan untuk sekitar 80 tentara Amerika yang kemudian para tentara ini dihabisi oleh serangan tiba-tiba pasukan Crazy Horse.

Crazy Horse, salah satu pejuang Indian paling terkenal dan fenomenal [Image Source]
Crazy Horse, salah satu pejuang Indian paling terkenal dan fenomenal [Image Source]
Little Big Horn, adalah perang paling terkenal yang pernah dilakukan kawanan Crazy Horse. Perang ini pun jadi catatan buruk Amerika di masa itu. Sayangnya, pada tahun 1877 ia dipaksa menyerah. Crazy Horse awalnya hanya ditahan dan diajak negoisasi, namun beberapa bulan kemudian ia dibunuh.

3. Cochise

Cochise awalnya tidak pernah membenci kaum pendatang. Bahkan ia berteman cukup baik dengan mereka. Sayangnya, ia dan kawanannya pernah jadi korban salah culik, dan parahnya, teman-teman Cochise dibantai. Dari saat itu, pejuang Apache ini berjanji akan menghabisi semua Amerika dan sekutunya. 

Napoleon-nya Apache, begitulah julukan yang diberikan kepada Cochise [Image Source]
Napoleon-nya Apache, begitulah julukan yang diberikan kepada Cochise [Image Source]
Perkataan Cochise sungguh terbukti lewat bertahun-tahun peperangan dengan Amerika. Aksi heroiknya mengundang decak kagum, dan lantaran hal tersebut ia digelari Napoleon-nya Apache. Misinya adalah menghabisi sebanyak mungkin orang kulit putih. Apa yang dilakukannya benar-benar bikin keder Amerika. Hingga pada akhirnya Cochise mendapatkan tawaran damai yang akhirnya diterima.

4. Sitting Bull

Sitting Bull sebenarnya bukanlah murni pejuang, ia hanya seorang tetua adat dari sukunya yang bernama Hunkpapa Sioux. Meskipun demikian, kiprahnya benar-benar bikin Amerika jengkel. Bull adalah orang yang bertugas memberikan motivasi kepada para Indian untuk melakukan perlawanan. Lantaran posisinya sebagai tetua, Bull pun bisa mendapatkan simpati dengan mudah. Kemudian apa yang dilakukannya ini berbuah buruk bagi Amerika. 

Pria ini berhasil membunuh salah satu penglima kebanggaan Amerika, George Custer [Image Source]
Pria ini berhasil membunuh salah satu penglima kebanggaan Amerika, George Custer [Image Source]
Sitting Bull terkenal namanya gara-gara ia dan pasukannya berhasil mengalahkan salah satu panglima kebanggaan Amerika bernama George Custer. Selama sisa hidupnya, Sitting Bull terus melakukan perlawanan dan pindah dari satu tempat ke tempat lain. Hingga akhirnya ia tertangkap pada tahun 1881 dan akhirnya dieksekusi mati.

5. Opechancanough

Dalam sejarah konfrontasi Amerika dan Indian, nama Opechancanough adalah yang paling terkenal. Alasannya, karena pria ini berhasil membunuh banyak sekali kaum pendatang. Opechancanough awalnya sangat tidak suka eksistensi sukunya diusik oleh kedatangan bangsa asing. Hingga akhirnya ia meluapkan kemarahannya dengan menyerang secara tiba-tiba sebuah kampung kaum pendatang. 

Opechancanough membunuh lebih banyak imigran dari pada pejuang yang lain [Image Source]
Opechancanough membunuh lebih banyak imigran dari pada pejuang yang lain [Image Source]

350 orang imigran mati dalam tragedi ini. Opechancanough pun tak berhenti di situ dan terus berburu kepala orang-orang pendatang. Hampir selama 10 tahun ia terus melakukan misi ini. Pencapaian terbesarnya adalah saat berumur 90 tahun. Meskipun sudah renta Opechancanough tetap berjuang demi eksistensi Indian. Dari apa yang dilakukannya di umur senja itu, ia berhasil membunuh sekitar 500 orang imigran lagi. Pada akhirnya Opechancanough pun ditangkap dan ditembak mati oleh seorang tentara. Semua orang sama, tidak suka kalau tanah airnya diduduki bangsa lain apalagi dengan cara-cara yang tidak beradab. Indian pun memandang kedatangan bangsa Amerika pendatang itu adalah hal yang tak patut untuk dilakukan, hingga akhirnya mereka melawan dalam upaya mengusir bangsa asing. Sayangnya, pada akhirnya orang-orang Indian gagal dalam upaya mempertahankan tanah moyang tersebut.

[Sumber : Boombastis.com]
5 Fakta Christopher Columbus, Penjelajah Besar Dunia yang Ternyata Kejam

5 Fakta Christopher Columbus, Penjelajah Besar Dunia yang Ternyata Kejam

Kedatangan Columbus yang pertama [Image Source]


Bicara soal sejarah penjelajahan dunia, tentu kita langsung teringat dengan sosok bernama Christopher Columbus. Ya, pria ini dikenal akan prestasinya yang sangar di bidang penjelajahan. Bahkan ia disebut-sebut sebagai orang pertama yang menjejakkan kakinya di tanah Amerika, meskipun pada akhirnya diketahui bukan ia satu-satunya manusia yang melakukan pencapaian ini. Meskipun begitu, soal pengaruh, Columbus memang membawa pengaruh yang besar di Amerika.
Tentang sifat-sifat Columbus, meskipun ia dikenal sebagai salah satu penjelajah paling prestisius dalam sejarah, namun pria satu ini nyatanya punya perangai yang buruk. Diketahui Columbus merupakan pria yang kikir dan suka akan harta. Ia juga seseorang yang berambisi kuat soal jabatan dan kekuasaan. Tak hanya itu, pria asal Italia ini ternyata juga dikenal bengis dan kejam.
Berikut ini adalah beberapa bukti jika si penjelajah besar dunia itu pernah melakukan aksi-aksi kejam yang bikin merinding. Simak ulasannya berikut.

1. Columbus Pernah Memotong Telinga dan Kuping Seseorang

Prestasi besar Columbus di pelayaran ternyata berdampak bagus baginya. Salah satunya, gara-gara itu ia diangkat menjadi seorang gubernur. Sayangnya, banyak cerita miring tentang betapa tidak kompetennya Columbus dalam memimpin wilayahnya. Termasuk kisah tentang bagaimana ia menghukum seorang pencuri dengan kejam dan seenaknya. 

 Perbudakan di masa Columbus [Image Source]Perbudakan di masa Columbus [Image Source]

Di masa dirinya menjadi gubernur, Columbus diketahui pernah menghukum seorang pencuri miskin yang mengambil beberapa jagung dan gandum dengan sangat kejam. Ya, si pencuri ini dipotong hidung dan telinganya secara keji. Tak cukup dengan itu, si pencuri miskin ini juga dijual oleh Columbus sebagai budak.

2. 3 Juta Orang Mati di Bawah Kepemimpinan Columbus


Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Columbus pernah memimpin sebuah wilayah. Nah, wilayah yang dimaksud adalah Hispaniola, sebuah daerah di kepulauan Karibia. Dalam masa kepemimpinannya, Columbus benar-benar gila. Alih-alih bikin penduduknya makmur, Columbus justru memperlihatkan kengerian luar biasa. 

Korban Columbus [Image Source]
Korban Columbus [Image Source]

Di masa kepemimpinannya, Columbus melakukan banyak keburukan. Dari hasil kelakuannya itu, setidaknya 3 juta orang tewas. Entah karena perang, perbudakan, dan paksaan untuk menjadi pekerja tambang. Mungkin gara-gara kegagalannya ini, Columbus pun pada akhirnya ditendang dari kepemimpinannya di Hispaniola.

3. Columbus Pernah Menipu Untuk Merampok

Di masa penjelajahan Amerikanya, Columbus pernah diceritakan melakukan aksi tipu-tipu untuk merampok makanan dan persediaan milik warga setempat. Kala itu ia bertaruh dengan orang-orang sekitar jika ia mampu menebak datangnya sebuah gerhana, maka penduduk harus membayar Columbus dengan makanan dan persediaan yang banyak

Columbus memprediksi gerhana [Image Source]

Columbus memprediksi gerhana [Image Source]

Columbus sendiri sudah berbekal ilmu, sehingga ia bisa menentukan kapan saja datangnya gerhana. Walhasil, tentu saja tebakannya benar dan mau tak mau penduduk pun membayarkan upeti perjanjian. Cerdas sih, tapi ia menipu orang-orang yang tidak tahu.

4. Perlakukan Keji Columbus dan Pasukannya di Karibia

Dalam penjelajahannya yang kedua ke Amerika, Columbus yang sebelumnya mengetahui jika warga setempat ternyata tak berdaya dan primitif, kemudian membawa sekitar 1.200an pasukan. Tujuannya untuk melakukan penaklukan total. Hingga akhirnya ia mendaratkan perahunya dan memulai agenda penaklukan.

Kedatangan Columbus yang pertama [Image Source]

Kedatangan Columbus yang pertama [Image Source]

Sama seperti cerita penjajahan lainnya, Columbus berlaku sangat kejam kepada warga setempat. Menurut catatan yang ditulis oleh Bartolome De Las Casas, Columbus dan pasukannya tak segan melakukan aksi penjarahan dan juga mengambil gadis-gadis. De Las Casas juga menceritakan bagaimana para pasukan ini membunuh orang-orang setempat dengan bengis layaknya hewan ternak.

5. Columbus Menjual Orang-Orang Asli Sebagai Budak

Diceritakan jika Columbus pernah menjanjikan sesuatu yang besar kepada Ratu Isabella dan juga Raja Ferdinand. Hal tersebut adalah emas dan budak. Sebagai gantinya, ia meminta kepada raja dan ratu Spanyol itu beberapa kapal dan 1200 prajurit. Tawaran ini pun diterima oleh ratu dan raja. Yakin akan sanggup memenuhi keinginan Isabella dan Ferdinand, ternyata yang terjadi tidak seperti apa yang direncanakan Columbus.

Columbus meminta dukungan raja dan ratu [Image Source]

Columbus meminta dukungan raja dan ratu [Image Source]

Memang benar pada akhirnya Columbus bisa mengirim banyak budak ke Spanyol. Namun dalam perjalanan, ribuan budak yang terdiri dari orang-orang asli Amerika ini tewas. Columbus luar biasa galau, kemudian ia memaksa penduduk setempat untuk menambang emas. Setidaknya hasilnya nanti akan membuat raja dan ratu senang. Sayangnya, lagi-lagi rencananya gagal total. Hanya sedikit emas yang dihasilkan, untuk itu pun ia sudah melakukan pemaksaan gila-gilaan. Termasuk memotong tangan atau kepala penduduk lokal yang gagal mendapatkan emas. Inilah deretan hal-hal kejam yang pernah dilakukan Columbus semasa hidupnya. Mirisnya, meskipun tercatat melakukan banyak hal-hal gila, pada akhirnya Columbus justru dimaafkan. Namun, di akhir hidupnya konon Columbus mati dalam keadaan yang cukup miris yakni menderita kemiskinan selama sisa hidupnya.
[Sumber : Boombastis.com]
5 Kerajaan Terbesar di Nusantara

5 Kerajaan Terbesar di Nusantara

Sejarah tentang kerajaan-kerajaan di Nusantara yang masih terekam dengan baik terjadi bada abad ke-4. Masa itu agama Hindu dan Buddha menyebar ke seluruh pelosok negeri dan berkembang hingga abad ke-15. Setelah kerajaan Hindu dan Buddha lengser, mulai bermunculanlah kerajaan Islam yang berbarengan dengan masuknya Belanda dan melakukan kolonialisasi di negeri ini selama ratusan tahun (meski baru 25 tahun terakhir Belanda bisa menguasai seluruh daerah di Indonesia).
Dari peninggalan-peninggalan yang berhasil di temukan. Baik candi, prasasti hingga kitab kuno. Semuanya menunjukkan betapa di masa lalu negeri ini sangat hebat. Kerajaan di nusantara ini memiliki peradaban yang sangat membanggakan. Berikut ulasan selengkapnya tentang kerajaan terbesar di Nusantara ini.

1. Kerajaan Majapahit

Tidak ada yang meragukan lagi pengaruh kerajaan yang nyaris menaklukkan semua wilayah nusantara ini. Sejak dibentuk pada tahun 1293, kerajaan ini terus memperkuat sistem militernya hingga akhirnya mampu melakukan invasi-invasi ke berbagai daerah di Jawa hingga Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Salah satu orang yang paling berpengaruh dalam perkembangan daerah kekuasaan adalah Gajah Mada dan Laksamana Nala. Mereka berdua adalah pemimpin kuat yang membawa kerajaan ini menuju masa keemasan.
peninggalan majapahit


peninggalan majapahit [image source]

Kerajaan Majapahit juga menjalin hubungan baik dengan kerajaan yang berasal dari negeri tetangga. Majapahit sangat pandai dalam berpolitik. Mereka bisa menguasai suatu wilayah tanpa harus melancarkan perang. Sayangnya kerajaan terbesar di Indonesia ini harus hancur 200 tahun setelah berdiri karena ada konflik internal yang sangat pelik.

2. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan bahari terbesar yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Berdasarkan prasasti dan catatan perjalanan dari Tiongkok, kerajaan berdiri sekitar abad ke-7 masehi. Kerajaan ini memiliki pengaruh yang besar di seluruh penjuru Sumatra, sebagian Jawa bagian barat, Malaka, dan kawasan di Thailand. 

Kapal Sriwijaya pada relief Borobudur

Kapal Sriwijaya pada relief Borobudur [image source]

Kerajaan Sriwijaya sangat kuat dalam bidang perdagangan. Negeri ini telah menjalin kerja sama perdagangan dengan beberapa kerajaan di kawasan Asia Tenggara hingga kawasan jauh seperti Tiongkok. Sriwijaya mengalami masa keemasan pada abad ke-9. Saat itu kerajaan ini mendapatkan banyak sekali pendapatan dari cukai barang yang masuk dan keluar melalui kapal perdagangan. Dari sejarah ini kita bisa tahu jika sebenarnya sejak dahulu laut adalah wilayah kekuasaan orang Indonesia. Dan lagu “nenek moyangku seorang pelaut” benar adanya.

3. Kerajaan Kutai

Berbeda dengan Majapahit atau Sriwijaya yang bukti sejarahnya masih banyak ditemukan. Kerajaan Kutai benar-benar memiliki sedikit bukti sejarah. Peneliti hanya mampu menafsirkan bukti peninggalannya dari beberapa Yupa atau prasasti yang di atasnya banyak menceritakan sejarah dari kerajaan yang mampu bertahan lebih dari 1200 tahun. Atau merupakan kerajaan paling lama berdiri di Indonesia. 

ilustrasi yupa

ilustrasi yupa [image source]

Raja pertama dari Kutai adalah Kudungga yang memerintah sekitar tahun 350-375. Eksistensi kerajaan ini tak begitu banyak diketahui, namun diperkirakan kerajaan ini banyak melakukan perdagangan dengan beberapa daerah di nusantara. Kerajaan ini pun tidak dikenal sangat neko-neko dengan memperluas wilayah kerajaannya ke banyak wilayah.

4. Kerajaan Singasari

Singasari adalah kerajaan yang berumur tak sampai 100 tahun. Kerajaan ini adalah cikal bakal Kerajaan Majapahit yang sangat hebat itu. Kerajaan Singasari pertama kali berdiri pada tahun 1222. Raja pertama mereka adalah Ken Arok. Ia berhasil membangun kerajaan yang besar dan hebat hingga menyebarkan wilayah kekuasaannya sampai ke Pulau Sumatra. 

Candi Singosari

Candi Singosari [image source]

Kerajaan Singasari pernah mengirim banyak sekali pasukan ke Sumatra. Mereka menjadikan pulau ini menjadi benteng pertahanan dari serangan pasukan Mongolia yang dikenal sangat mengerikan itu. Kerajaan Singasari juga pernah menaklukkan Bali pada tahun 1284. Kehebatan dari Singasari bahkan membuat Kubilai Khan mengirim delegasi agar mengakui kedaulatan negerinya. Oh ya, wilayah Kerajaan Singasari meliputi Melayu, Bali, Pahan, urun dan Bakulapura saat mengalami masa keemasan.

5. Kesultanan Mataram

Mataram adalah kerajaan Islam yang cukup besar dan memiliki pengaruh besar di Indonesia terutama Jawa. Kerajaan ini berdiri di akhir pada ke-16 dan hanya mampu bertahan tak sampai 100 tahun. Saat Mataram berkuasa, Belanda mulai masuk dan membuat banyak sekali kekacauan di negeri ini. Mataram adalah kerajaan yang banyak sekali melakukan perlawanan kepada Belanda di masa lalu. 

Kerajaan yogayakarta

Kesultanan Yogayakarta [image source]

Kerajaan ini lambat laun hampir menguasai seisi Jawa. Bahkan saat Batavia dibangun, Mataram menyerang kota itu habis-habisan. Kota-kota penting dari kerajaan ini menyebar hingga menuju Jawa Timur khususnya kota-kota seperti Malang, Pasuruan, Surabaya, dan Gresik. Untuk wilayah Jawa Barat ada Ciamis, Sumedang, dan Cirebon. Sayangnya Mataram harus pecah menjadi dua akibat Belanda. Pecahan dari Mataram adalah Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.
Inilah lima kerajaan terbesar di Nusantara yang menjadi bukti hebatnya peradaban di masa lalu. Kerajaan itu adalah simbol bahwa bahwa ini sebenarnya mampu berjuang dan menjadi yang terhebat. Kira-kira bangsa sekarang bisa sehebat bangsa dalam sejarah tidak ya?

[Sumber : Boombastis.com]

Rahasia Dipilihnya Jazirah Arabia sebagai Tempat Kelahiran dan Pertumbuhan Islam


DR Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthy

Sebelum membahas Sirah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berbicara tentang Jazirah Arabia, tempat yang dipilih Allah sebagai tempat kelahiran dan pertumbuhannya, terlebih dahulu kita harus menjelaskan hikmah Ilahiyah yang menentukan bi’tsah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bagian dunia ini dan pertumbuhan dakwah Islam di tangan bangsa Arab sebelum bangsa lainnya.

Untuk menjelaskan hal ini, kita harus mengetahui karakteristik bangsa Arab dan tabiat mereka sebelum Islam, juga menggambarkan letak geografis tempat mereka hidup dan posisinya di antara negara-negara di sekitarnya. Sebaliknya, kita juga harus menggambarkan kondisi peradaban dan kebudayaan umat-umat lain pada waktu itu, seperti Persia, Romawi, Yunani, dan India.

Kita mulai dengan menyajikan secara singkat kondisi umat-umat yang hidup di sekitar Jazirah Arab sebelum Islam.

Pada waktu itu, dunia dikuasai oleh dua Negara adidaya: Persia dan Romawi, kemudian menyusul India dan Yunani.

PERSIA

Persia adalah ladang subur berbagai khayalan (khurafat) keagamaan dan filosofis yang saling bertentangan. Di antaranya adalah Zoroaster yang dianut oleh kaum penguasa. Di antara falsafahnya ialah mengutamakan perkawinan seseorang dengan ibunya, anak perempuannya, atau saudaranya sehingga Yazdasir II yang memerintah pada abad kelima Masehi mengawini anak perempuannya. Belum lagi penyimpangan-penyimpangan akhlak yang beraneka ragam sehingga tidak bisa disebutkan di sini.

Di Persia, juga terdapat ajaran Mazdakia, yang menurut Imam Syahrustani, didasarkan pada filsafat lain, yaitu menghalalkan wanita, membolehkan harta, dan menjadikan manusia sebagai serikat seperti perserikatan mereka dalam masalah air, api, dan rumput. Ajaran ini memperoleh sambutan luas dari kaum pengumbar hawa nafsu.[1]

ROMAWI

Sementara itu, Romawi telah dikuasai sepenuhnya oleh semangat kolonialisme. Negeri ini terlibat pertentangan agama antara Romawi di satu pihak dan Nasrani di pihak lain. Negeri ini mengandalkan kekuatan militer dan ambisi kolonialnya dalam melakuan petualangan naïf demi mengembangkan agama Kristen dan mempermainkannya sesuai dengan keinginan hawa nafsunya yang serakah.

Negara ini, pada waktu yang sama, tak kalah bejatnya dari Persia. Kehidupan nista, kebejatan moral, dan pemerasan ekonomi telah menyebar ke seluruh penjuru negeri, akibat dari melimpahnya penghasilan dan menumpuknya pajak.

Seperti halnya Yunani, negeri ini tenggelam dalam lautan khurafat dan mitos-mitos verbal yang tidak pernah memberinya manfaat.

Demikian pula India, sebagaimana dikatakan oleh Abul Hasan An Nadawi, telah disepakati oleh para penulis sejarahnya, bahwa negeri ini sedang berada pada puncak kebejatan dari segi agama, akhlak, ataupun sosial. Masa tersebut bermula seja awal abad keenam Masehi. India bersama negara tetangganya berandil dalam kemerosotan moral dan social.[2]

Di samping itu, harus diketahui bahwa ada satu hal yang menjadi sebab utama terjadinya kemerosotan, keguncangan, dan kenestapaan pada umat-umat tersebut, yaitu peradaban dan kebudayaan yang didasarkan pada nilai-nilai materialistik semata, tanpa adanya nilai-nilai moral yang mengarahkan peradaban dan kebudayaan tersebut ke jalan yang benar. Seperti halnya peradaban berikut segala implikasi dan penampilannya, tidak lain hanyalah merupakan sarana dan instrumen. Jika pemegang sarana dan instrumen tidak memiliki pemikiran dan nilai-nilai moral yang benar, peradaban yang ada di tangan mereka akan berubah menjadi alat kesengsaraan dan kehancuran. Akan tetapi, jika pemegangnya memiliki pemikiran yang benar, yang hanya bisa diperoleh melalui wahyu Ilahi, seluruh nilai peradaban dan kebudayaan akan menjadi sarana yang baik bagi kebudayaan yang bahagia penuh dengan rahmat di segala bidang.

JAZIRAH ARABIA

Sementara itu, di Jazirah Arabia, bangsa Arab hidup dengan tenang, jauh dari bentuk keguncangan tersebut. Mereka tidak memiliki kemewahan dan peradaban Persia yang memungkinkan mereka kreatif dan pandai menciptakan kemerosotan-kemerosotan, filsafat keserbabolehan, dan kebejatan moral yang dikemas dalam bentuk agama. Mereka juga tidak memiliki kekuatan militer Romawi yang mendorong mereka melakukan ekspansi ke negara-negara tetangga. Mereka tidak memiliki kemegahan filosofis dan dialektika Yunani yang menjerat mereka menjadi mangsa mitos dan khurafat.

Karakteristik mereka seperti bahan baku yang belum diolah dengan bahan lain; masih menampakkan fitrah kemanusiaan dan kecenderungan yang sehat dan kuat serta cenderung kepada kemanusiaan yang mulia, seperti setia, penolong, dermawan, rasa harga diri, dan kesucian.

Hanya saja, mereka tidak memiliki ma’rifat (pengetahuan) yang akan mengungkapkan jalan kearah itu karena mereka hidup di dalam kegelapan, kebodohan, dan alam fitrah yang pertama. Akibatnya, mereka sesat jalan, tidak menemukan nilai-nilai kemanusiaan tersebut.

Selanjutnya, mereka membunuh anak dengan dalih kemuliaan dan kesucian, memusnakan harta kekayaan dengan alasan kedermawanan, dan membangkitkan peperangan di antara mereka dengan alasan harga diri dan kepahlawanan.

Kondisi inilah yang diungkapkan oleh Allah dengan dhalal ketika menyifati dengan firman-Nya,

وَإِن ڪُنتُم مِّن قَبۡلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ

“..Dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat (dhalal).” (Al Baqarah [2]: 198)

Suatu sifat, apabila dinisbatkan kepada kondisi umat-umat lain pada waktu itu, lebih banyak menunjukkan kepada i’tidzar (excuse) daripada kecaman, celaan, dan hinaan kepada mereka. Ini dikarenakan umat-umat lain tersebut melakukan penyimpangan-penyimpangan terbesar dengan “bimbingan” sorot peradaban, pengetahuan, dan kebudayaan. Mereka terjerembab ke dalam kubang kerusakan dengan penuh kesadaran, perencanaan, dan pemikiran.

Di samping itu, Jazirah Arab secara geografis terletak di antara umat-umat yang sedang dilanda pergolakan.

Bila diperhatikan sekarang, seperti dikatakan oleh Ustadz Muhammad Mubarak, akan diketahui betapa Jazirah Arab terletak di antara dua peradaban. Pertama, peradaban Barat yang materialistis telah menyajikan suatu bentuk kemanusiaan yang tidak utuh. Kedua, peradaban spiritual penuh dengan khayalan di ujung timur, seperti umat-umat yang hidup di India, Cina, dan sekitarnya.[3]

Jika telah kita ketahui kondisi bangsa Arab di Jazirah Arab sebelum Islam dan kondisi umat-umat lain di sekitarnya, dengan mudah kita dapat menjelaskah hikmah Ilahiyah yang telah berkenan menentukan Jazirah Arabia sebagai tempat kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kerasulannya, dan mengapa bangsa Arab ditunjuk sebagai generasi perintis yang membawa cahaya dakwah kepada dunia menuju agama Islam yang memerintahkan seluruh manusia di dunia ini agar menyembah Allah semata.

Jadi, bukan seperti yang dikatakan sebagian orang yang karena memiliki agama batil dan peradaban palsu,  mereka sulit diluruskan dan diharapkan karena kebanggaan mereka terhadap kerusakan yang mereka lakukan dan anggapan mereka terhadap kerusakan yang mereka lakukan dan anggapan mereka sebagai sesuatu yang benar. Sementara itu, orang-orang yang masih hidup “di masa pencarian”, mereka tidak akan mengingkari kebodohannya dan tidak akan membanggakan peradaban dan kebudayaan yang tidak dimilikinya.

Dengan demikian, mereka lebih mudah disembuhkan dan diarahkan. Kami tegaskan, bukan hanya ini yang menjadi sebab utamanya. Analisis seperti ini akan berlaku bagi orang yang kemampuannya terbatas dan orang yang tidak memiliki potensi.

Analisis seperti tersebut di atas membedakan antara yang mudah dan yang sulit, kemudian diuatamakan yang pertama dan dihindari yang kedua karena ingin menuju jalan kemudahan dan tidak menyukai kesulitan.

Jika Allah menghendaki terbitnya dakwah Islam ini dari suatu tempat, yaitu Persia, Romawi, atau India, niscaya untuk keberhasilan dakwah ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersiapkan berbagai prasarana di negeri tersebut, sebagaimana Dia mempersiapkannya di Jazirah Arabia. Allah tidak akan pernah kesulitan untuk melakukannya karena Dia Pencipta segala sesuatu, Pencipta segala saran termasuk sebab.

Akan tetapi, hikmah pilihan ini sama dengan hikmah dijadikannya Rasulullah seorang ummi, tidak bisa menulis dengan tangan kanannya, menurut istilah Allah, dan tidak pula bisa membaca agar manusia tidak ragu terhadap kenabiannya, agar mereka tidak memiliki banyak sebab keraguan terhadap kebenaran dakwahnya.

Adalah termasuk kesempurnaah hikmah Ilahiyah jika bi’ah (lingkungan) tempat diutusnya Rasulullah dijadikan juga sebagai bi’ah ummiyah (lingkungan yang ummi) bila dibandingkan dengan umat-umat yang ada di sekitarnya, yakni tidak terjangkau sama sekali oleh peradaban-peradaban tetangganya. Demikian pula pemikirannya tidak tersentuh sama sekali oleh filsafat-filsafat membingungkan yang ada di sekitarnya.

Dikhawatirkan akan timbul keraguan di dada manusia apabila mereka melihat Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam itu seorang terpelajar dan pandai bergaul dengan kitab-kitab, sejarah umat terdahulu, dan semua peradaban negara-negara di sekitarnya. Dikhawatirkan pula akan timbul keraguan di dada manusia manakala mereka melihat munculnya dakwah Islamiyah di antara dua umat yang memliki peradaban budaya dan sejarah, seperti negara Persia, Yunani, atau Romawi. Hal ini karena orang yang ragu dan menolak mungkin akan menuduh dakwah Islam sebagai mata rantai pengalaman budaya dan pemikiran-pemikiran filosofis yang akhirnya melahirkan peradaban yang unik dan perundang-undangan yang sempurna.

Al Quran telah menjelaskan hikmah ini dengan ungkapan yang jelas. Firman Allah,

هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلۡأُمِّيِّـۧنَ رَسُولاً۬ مِّنۡہُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡہِمۡ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيہِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِى ضَلَـٰلٍ۬ مُّبِينٍ۬

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, menyucikan mereka dan mereka diajarkan kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Al Jumu’ah [62]: 2)

Allah telah menghendaki Rasul-Nya seorang yang ummi dan kaum di mana Rasul ini diutus juga kaum yang secara mayoritas ummi agar mukjizat kenabian dan syariat Islamiyah menjadi jelas di dalam pikiran, tidak ada pembauran di antara dakwah Islam dengan dakwah-dakwah manusia yang bermacam-macam. Ini, sebagian tampak jelas, merupakan rahmat yang besar bagi hamba-Nya.

Selain itu, ada pula hikmah-hikmah yang tidak tersembunyi bagi orang yang mencarinya. Hikmah-hikmah tersebut sebagai berikut.

1. Sebagaimana telah diketahui, Allah menjadikan Baitul Haram sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman dan rumah yang pertama kali dibangun bagi manusia untuk beribadah dan menegakkan syiar-syiar agama. Allah juga telah menjadikan dakwah bapak para Nabi, Ibrahim ‘alaihis salam, di lembah tersebut. Semua itu merupakan kelaziman dan kesempurnaan jika lembah yang diberkahi ini juga menjadi tempat lahirnya dakwah Islam yang notabene adalah millah Ibrahim dan menjadi tempat diutus dan lahirnya pamungkas para Nabi. Bagaimana tidak, sedangkan dia termasuk keturunan Ibrahim ‘alaihis salam.

2. Secara geografis, Jazirah Arabia sangat kondusif untuk mengemban tugas dakwah seperti ini karena jazirah ini terletak, seperti telah kami sebutkan, di bagian tengah umat-umat yang ada di sekitarnya. Posisi geografis ini akan menjadikan penyebaran dakwah Islam ke semua bangsa dan negara di sekitarnya berjalan dengan gampang dan lancar. Bila kita perhatikan kembali sejarah dakwah Islam pada permulaan Islam dan pada masa pemerintahan para khalifah yang terpimpin, niscaya kita akan mengakui kebenaran hal ini.

3. Sudah menjadi kebijaksanaan Allah untuk menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa dakwah Islam dan media langsung untuk menerjemahkan Kalam Allah dan penyampaiannya kepada kita. Jika kita kaji karakteristik semua bahasa, lalu kita bandingkan antara yang satu dengan yang lainnya, niscaya akan kita temukan bahwa bahasa Arab banyak memilii keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Karena itu, sudah sepatutnya jika bahasa Arab dijadikan bahasa pertama bagi kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia.

____
[1] Al Milal wan-Nihal, Syahrastani, II/86-87
[2] Madza Khasrul Alam bi Inhithath Al Muslimin, Abul Hasan an-Nadawi, hlm. 28
[3] Al Ummah Al Arabiyah fi Ma’rakati Tahqiq adz-Dzat, hlm. 147

*Dari buku FIQH AS-ASIROH (Sirah Nabawiyah) DR Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthy, hlm. 10-18
7 Prediksi Jayabaya yang Menjadi Kenyataan

7 Prediksi Jayabaya yang Menjadi Kenyataan

ayabaya merupakan tokoh yang menulis kitab yang sampai sekarang masih dianggap menyimpan hal mistis di dalamnya dan dipercaya masih berlaku, yakni Jangka Jayabaya. Salah satu prediksi Serat Jayabaya yang paling tersohor adalah soal para pemimpin negeri ini. Jayabaya menyebut bahwa pemimpin Indonesia yang berarti presiden adalah No-To-No-Go-Ro.
Meski hanya sebuah peninggalan masa lalu, nyatanya apa yang disebutkan dalam Kitab Jangka Jayabanya sebagian tepat terjadi di masa kini. Tak heran banyak orang yang tertarik dengan isi kitab peninggalan zaman Kediri ini. Apa saja itu? Biar tidak tambah penasaran, berikut kami sajikan 7 prediksi Jayabaya yang benar-benar terjadi di masa sekarang.  

1. Jawa Akan Terpecah-pecah

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Prof Arysio Santos, Ph.D dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Found disebutkan atlantis adalah negeri tropis yang berlimpah mineral dan kekayaan hayati. Namun segala kemewahan itu lenyap tersapu bencana maha besar yang memisahkan Jawa dari Sumatera, menenggelamkan lebih dari separuh wilayah nusantara. 

peta pulau jawa

Pulau Jawa [ Image Source ]

Apa yang diteliti oleh Arysio tersebut menurut ahli sejarah Kediri, Ki Tuwu sebenarnya sudah dijelaskan dalam Kitab Jangka Jayabaya. “Itu masuk dalam periodesasi zaman besar kedua yang disebut dalam Jangka Jayabaya adalah Zaman Kalijaga artinya zaman tumbuhan. Di Jawa yang saat itu masih menyatu dengan pulau-pulau lain mengalami perubahan, yakni terpecah menjadi pulau-pulau kecil,” kata Ki Tuwu. Kejadian itu diperkirakan pada 11.600 tahun yang lalu.

2. Jawa Akan Sering Dilanda Banjir

Prediksi ini benar-benar terjadi di Pulau Jawa hingga kini. Raja Jayabaya sudah menyebutkan sejak dulu bahwa pulau Jawa akan banyak digenangi banjir terutama daerah Jawa di pesisir utara. Zaman itu disebut olehnya Zaman Kalatirto.

floodedhiroundjan20131

Banjir di Pulau Jawa [ Image Source ]

Di Zaman Kalatirto atau zaman air, Jawa akan sering terjadi banjir karena Sang Hyang Raja Kano yang bertahta di Negara Purwocarito sering menata batu besar untuk membendung kali dan bengawan. Ini dihitung mulai tahun 301-400 tahun surya atau mulai tahun 310-412 tahun candra.

3. Munculnya Pesawat dan Kereta Api

Bagi yang pernah membaca kitab Jayabaya pasti tidak asing dengan kalimat ini, mbesuk yen ana kreta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang. Kalimat tersebut memprediksi bahwa kelak akan sampai zaman di mana teknologi pesawat terbang dan kereta api diketemukan sebagai alat transportasi. 

Pesawat-Terbang-Alindrojr.info_-1

Pesawat terbang [ Image Source ]

Akhirnya kuda yang dulunya dijadikan sebagai alat utama bepergian, digantikan kedudukannya oleh pesawat terbang dan kereta api. Secara keseluruhan arti dari potongan kalimat ramalan Jayabaya di atas adalah besok kalau sudah ada kereta jalan tanpa kuda, tanah Jawa berkalung besi (rel kereta api), perahu berjalan di angkasa (pesawat terbang).

4. Maraknya Pergaulan Bebas

Kitab Jangka Jayabaya pernah mengungkapkan nanti akan banyak kaum laki-laki dan perempuan yang akan kehilangan rasa hormat sampai rasa malu. Wong wadon ilang kawirangane wong lanang ilang prawirane, artinya banyak perempuan hilang rasa malunya dan banyak laki-laki hilang kehormatannya. 

1

Seks bebas sudah marak [ Image Source ]

Mengenai hal ini Serat Jayabaya juga mengungkapkan, akeh udan salah mangsa, akeh prawan tua, akeh randa nglairake anak, akeh jabang bayi lahir nggoleki bapake. Akan ada banyak hujan turun bukan pada musimnya, banyak perawan tua yang terlambat menikah karena pilih-pilih pasangan dan juga mementingkan karier. Banyak janda melahirkan anak akibat hubungan bebas dan banyak anak yang lahir mencari siapa ayahnya. Dan sekarang ini, hal demikian marak adanya.

5. Kekejaman Orang Kulit Putih Akan Diakhiri Orang Kulit Kuning

Orang berkulit kuning yang dimaksud adalah Sakari Ono, seorang yang berasal dari Jepang. Selama bertugas di Indonesia, Ono lebih banyak kecewa melihat sikap para tentara Jepang lain. Apalagi masa 1943 sampai awal 1945 di mana tidak ada perang di Jawa. 

mengenang-samurai-jepang-terakhir-pembela-kemerdekaan-indonesia

Shigeru Ono [ Image Source ]

Kemudian, Ono melarikan diri dari militer Jepang dan bergabung dengan tentara Indonesia. Ono pun mengubah namanya menjadi Shigeru. Sehingga para veteran Jepang mengenalnya sebagai Rahmat Shigeru Ono. Dia kemudian berjuang bersama para pemuda dan melatih mereka untuk menjadi gerilyawan Indonesia berperang melawan Belanda.

6. Pesugihan Semakin Tren

Kitab Jangka Jayabaya juga mengatakan akan datangnya fenomena orang-orang tergila-gila dengan pesugihan karena malas bekerja mencari uang. Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin, luwih utama ngapusi. Wegah nyambut gawe kepengen kepenak, ngumbar nafsu angkara murka, nggedekake duraka. 

the_22yearold_wins_world_series_final_640_05

Pesugihan [ Image Source ]

Kenyataannya sekarang telah banyak yang melakukan hal demikian. Banyak orang yang bekerja baik-baik merasa malu, lebih utama menipu. Banyak yang malas bekerja tapi pengen kaya. Banyak orang mengumbar nafsu angkara murka dan memperbesar perbuatan durhaka.

7. Korupsi Merajalela dan Banyaknya Orang Yang Gila Uang

Jika sekarang banyak tindak pidana korupsi, ternyata Serat Jayabaya pernah meramalkannya jauh-jauh hari. Kitab Jangka Jayabaya pernah menuliskan janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe, yang artinya banyak orang melanggar janji dan sumpah jabatannya sendiri. Padahal pejabat-pejabat sekarang selalu disumpah jabatan akan mewakili kepentingan rakyat, namun nyatanya banyak yang korupsi. 

f690acfc4b6d6833ddc60956175f9044_XL

Korupsi merajalela [ Image Source ]

Serat Jayabaya juga pernah mengungkapkan Akeh menungso mung ngutamakke duwit, lali kemenungsan, lali kebecikan lali sanak lali kadang. Artinya diramalkan kelak banyak manusia yang hanya mengutamakan uang, lupa perikemanusiaan, lupa kebaikan dan lupa saudara sendiri. Dan ramalan itu terbukti dengan adanya seorang anak yang menggunggat ibu kandungnya sendiri karena soal harta. 

Nah, itu tadi 7 prediksi Jayabaya yang jadi kenyataan. Meski tepat, sebagai seorang yang beragama kita harus tetap tidak mendahului apa yang digariskan Sang Penetap Takdir. Jangka Jayabaya hanyalah sebuah peninggalan Jawa masa lalu dan isinya tak lebih dari pengetahuan yang bisa kita pelajari kapanpun juga.

[Sumber : boombastis.com]

[Misteri] Lambang Kerajaan Islam Samudra Pasai

Sekilas Lambang Kerajaan Samudra Pasai, memiliki kemiripan dengan Lambang Garuda Pancasila, Negara Republik Indonesia. Namun kedua lambang tersebut, memiliki makna yang berbeda. Jika Garuda Pancasila, berlambang sila-sila Pancasila dan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sementara lambang Kerajaan Islam Samudra Pasai, berisikan kalimat Basmalah, Syahadat dan Rukun Islam.
Kerajaan Samudra Pasai, didirikan oleh Sultan Malik as-Saleh, pada tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368) (Sumber : wikipedia.org). Lambang Kerajaan Samudra Pasai, dirancang oleh Sultan Zainal Abidin, yang kemudian disalin ulang oleh Teuku Raja Muluk Attahashi bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi (Sumber : beritasatu.com). Banyak yang percaya, lambang Kerajaan Samudra Pasai ini merupakan inspirasi bagi lambang Negara, Garuda Pancasila. Pada lambang Garuda Pancasila, jika sila pertama, berlambang “Bintang” bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa, sementara pada lambang Samudra Pasai, merupakan kalimat Syahadat. Keduanya simbol ini, berada diposisi yang sama yakni ditengah-tengah lambang, dan memiliki makna tentang Ketauhidan kepada Sang Maha Pencipta. WaLlahu a’lamu bishshawab Catatan Penambahan : 1. Tulisan yang terdapat pada Lambang Kerajaan Samudra Pasai, adalah sebagai berikut : Pada Sayap sebelah kanan (atas), awal kalimat Basmalah : بِسْمِ Pada sayap sebelah kanan (bawah) : Asyhadu an-laa ilaaha (ا شهد أن لا إله ) Pada ekor : Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah (و اشهد أن محمد ر سو ل الله) Pada kepala dan sayap sebelah kiri (atas), kalimat Basmalah melengkapi kalimat pada sayap sebelah kanan (atas) : اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Sementara sayap sebelah kiri (bawah), kalimat Syahadat melengkapi pada sayap sebelah kanan (bawah) : illallaah ( إلا الله) Sumber : www.kanzunqalam.com